Calon Wakil Wali Kota Malang ini Sebut Banyaknya Kampus Jadi Potensi Pengembangan Industri

Calon Wakil Wali Kota Malang ini Sebut Banyaknya Kampus Jadi Potensi Pengembangan Industri Calon Wakil Wali Kota Malang saat menyapa masyarakat.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 3, Dimyati Ayatulloh, menyebut diperlukan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan. Namun di sisi lain, investasi dengan masuknya investor juga menjadi dilema beberapa pihak, di mana dikhawatirkan turut berpengaruh pada lahan pertanian produktif yang sudah mulai ada penyusutan.

Melihat hal ini, Paslon Abah Anton- Dimyati Ayatulloh (ABADI) mengungkapkan, investasi ini tentunya tidak boleh membabi buta. Artinya, investasi yang dilakukan investor harus berpegangan dengan regulasi yang berlaku dan memegang kaidah dalam berbagai pertimbangan maupun dampak sosial terhadap masyarakat maupun lingkungan.

"Pembangunan daerah perlu didukung dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yang harus berpijak kepada tiga unsur pilar utama. Yakni ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pengembangan wilayah pun mesti berpedoman pada RTRW," kata Dimyati, Selasa (5/11/2024) malam.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa paradigma investasi tidak hanya terkait pembangunan fisik. Bentuk investasi tentunya bermacam-macam dengan berbagai sektor, salah satunya ekonomi kreatif yang juga industri.

"Misalnya industri tempe, dari kedelai menjadi tempe, dari tempe menjadi keripik kemudian dikemas, di branding dan lainnya. Ini juga sebuah industri. Nah kalau pembangunan cenderung harus bangun gedung, merubah lahan hijau, menjadi kuning. Kecenderungan orang cari mudahnya saja," paparnya.

Dimyati menambahkan, potensi atau lahan yang telah ada sebelumnya, tidak dimanfaatkan dengan optimal. Maka, nantinya hal inilah yang harus menjadi perhatian dan dilakukan dengan selektif dalam prosesnya.

Selain itu, optimalisasi pemasaran dari hasil produksi para UMKM haruslah dimaksimalkan dengan peran serta pemerintah didalamnya. Kebanyakan, produk UMKM hanya dikonsumsi secara domestik atau lokal.

Dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mendapatkan support dari provinsi dan nasional, ini seharusnya menjadi etalase dari masyarakat di Kota Malang.

"Maka tugasnya Pemkot ini menjadi marketing, bukan hanya melatih UMKM untuk produksi. Nah ini yang saya rasa belum optimal dijalankan di Kota Malang," katanya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pasangan Edi Hadiyanto Daftar Bacakada Situbondo ke PPP':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO