Aksi Damai Kreatif yang digelar Greenpeace Indonesia
BANGSAONLINE.com - Organisasi lingkungan independen Greenpeace mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawasi pemerintahan baru Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini menjadi isu fundamental lantaran pemerintahan anyar ini menggunakan jargon 'keberlanjutan' era Jokowi.
BACA JUGA:
- Penyembelihan Sapi Kurban 1,1 Ton Presiden Prabowo di Mantup Lamongan Jadi Tontonan
- Dalih Purbaya soal Rupiah Melemah dan Prabowo Bilang Masyarakat Desa Tak Pakai Dollar
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, YRJI Ajak Masyarakat Dukung Kinerja Presiden Prabowo
Melansir situs resmi Greenpeace Indonesia menyebut, seluruh persoalan lingkungan hidup termasuk krisis iklim, kebohongan hijau, hingga pembatasan ruang demokrasi berpotensi terus terjadi di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Kita harus mengingat rekam jejak mantan presiden Jokowi, yang meninggalkan banyak warisan buruk untuk kita, seperti pelemahan perlindungan lingkungan hidup, pelemahan demokrasi dan HAM, dan banyak proyek strategis nasional yang meminggirkan masyarakat adat dan masyarakat lokal,” kata Iqbal Damanik, juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, saat aksi damai kreatif berupa proyeksi video di bilangan Jakarta Pusat (19/10/2024).
Aksi tersebut menampilkan proyeksi video yang menunjukkan peta Indonesia dengan titik lokasi terjadinya perusakan lingkungan seperti deforestasi, perampasan hutan, dan wilayah masyarakat adat, kebakaran hutan dan lahan gambut, pertambangan mulai dari nikel, emas, batu bara, hingga pasir laut serta pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Greenpeace Indonesia menduga Prabowo-Gibran bakal meneruskan pembangunan yang eksploitatif dengan alasan pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




