Gus Barra saat menggelar kampanye Pilkada 2024.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pasangan Mubarok atau akronim dari Muhammad Al Barra, dan Muhammad Rizal Octavian mengobarkan semangat kemenangan saat menggelar kampanye simpatik ke sejumlah desa di Kecamatan Ngoro, Rabu (16/10/2024). Adapun wilayah yang didatangi yakni Desa Candiharjo, Sedati, Sukoanyar, Kesemen, dan Purwojati
Kehadiran mereka sebagai calon kuat bupati dan wakil bupati ke beberapa desa itu mendapat respons luar biasa dari ribuan masyarakat setempat. Tak henti-hentinya, mereka meneriakkan dukungan kepada paslon nomor urut 2 dalam pesta demokrasi November mendatang di Kabupaten Mojokerto.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- PAD Mojokerto Lampaui Target, Gus Barra: Berkat Kerja Sama Antarpihak
- Kiai Asep Targetkan Ketua DPRD, Saan Mustopa Nasdem Terkesan Relawan Gus Bara-Gus Habib Capai 27.000
"Kami bersama warga desa lainnya, selalu setia dan kompak untuk mencoblos nomer 2 Mubarok pada 27 November 2024 nanti. Pokok'e Gus Barra menjadi bupati rakyatte makmur, Gus Jujur dan amanah rakyatte nyaman dan sejahtera. Coblos nomer 2, Gus Barra menang menang," kata salah satu warga Ngoro yang juga menyambut kampanye Gus Barra, Zuriyah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan jika pihaknya menang, Mubarok akan menciptakan pemerintahan yang bersih dan terbebas dari korupsi maupun KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) lainnya. Nantinya, para kepala OPD dijabat oleh orang orang yang mampu pada bidangnya, dan dalam proses mutasi maupun kenaikan jabatan sesuai dengan kapasitas serta kapabilitas.
"Pemerintah Mubarok akan terus menerapkan antikorupsi maupun KKN lainnya. Pemerintah Mubarok menitikberatkan tentang pentingnya sosok pemimpin yang tidak hanya dituntut memiliki kepemimpinan mumpuni, namun juga harus terbebas dari watak, dan sifat serta karakter terbebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




