Bantah Calon Tunggal karena Gagalnya Kaderisasi, Ketua Golkar Gresik Soroti Bawaslu dan Politik Uang

Menurutnya, hampir semua parpol di Kabupaten Gresik memiliki kader yang berkompeten dan kapasitas untuk memimpin.

"Pertanyaannya, maukah pemilik suara (pemilih) pilih calon tanpa isi tas (uang)? Situasi dan kondisi pragmatisme inilah yang sebenarnya sulit memunculkan calon yang running pada pilkada tanpa isi tas," ungkap anggota DPRD Gresik periode 2024-2029 ini.

Dari situ, Nurhamim menyoroti penyelenggaraan pilkada yang harus benar-benar melaksanakan tugas sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sebab, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk menyelenggarakan pilkada di satu daerah bisa mencapai miliaran rupiah. Namun, praktik money politic sulit diberantas.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Bantah Calon Tunggal karena Gagalnya Kaderisasi, Ketua Golkar Gresik Soroti Bawaslu dan Politik Uang - Halaman 2