Salah satu fasum di Pulau Bawean yang mendapatkan perbaikan dari BPBD Jatim usai terdampak gempa bumi.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Setelah memulai perbaikan fasilitas umum (fasum) terdampak gempa bumi di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, akhir April lalu, kini Pemprov Jatim bersama stakeholder terkait berhasil merampungkan semua kegiatan tersebut.
Kegiatan kedaruratan pasca bencana yang menyasar 314 fasum ini diselesaikan akhir Juli lalu.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri
Awalnya ada sebanyak 331 unit fasum terdampak berdasarkan hasil identifikasi. Namun, setelah proses verifikasi lapangan, sebanyak 12 unit fasum ditemukan duplikasi (dobel) lokasi, dan sebanyak 5 unit fasum telah melakukan perbaikan secara mandiri.
"Jadi, progres akhir pelaksanaan perbaikan fasum terdampak gempa bumi di Pulau Bawean sebanyak 314 unit," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di sela kegiatan di Sidoarjo, Sabtu (3/8/2024).

Progres capaian perbaikan fasum ini juga telah dilaporkan kepada Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, yang selalu mendorong proses percepatan penanganan dampak gempa bumi Bawean.
Berdasar laporan Tim BPBD Jatim, 314 unit fasum yang telah rampung diperbaiki ini tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sangkapura sebanyak 182 unit dan Kecamatan Tambak sejumlah 132 unit.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




