Ia menjelaskan, pihaknya bersama KPwBI Kediri mengajak anak-anak untuk paham inflasi melalui Sekolah Peduli Inflasi. Karena kewenangan Pemkot Kediri ada di SD dan SMP maka dipilihlah SMP untuk Sekolah Peduli Inflasi ini.
Siswa-siswi SMP diajarkan untuk menanam komoditas penyumbang inflasi. Seperti cabai, tomat, dan sayuran. Nanti akan dinilai setiap satu bulan sekali. Namun, diharapkan siswa-siswi ini dapat mengirimkan progres setiap minggunya.
"Anak-anak ini memang harus diberi wawasan mengenai inflasi. Jadi Pemkot tidak hanya mendorong petani saja tapi semua masyarakat bisa melakukan urban farming. Harapan anak-anak paham dan menghargai bahwa satu komoditas pangan yang ditanam bermanfaat serta bagaimana dampaknya bagi perekonomian di Kota Kediri," urai Zanariah.
Sedangkan, Kepala KPwBI Kediri, Choirur Rofiq menambahkan, bahwa Kota Kediri merupakan salah satu kota yang inflasinya dihitung. Lahan yang ada di kota tidak luas sehingga sumber pangannya pun terbatas.










