Genteng dan dinding balai desa lama milik Desa Dagangan, Kecamatan Semanding, mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Tuban, Jumat (22/3/2024), sudah terjadi puluhan kali. Tercatat hingga pukul 18.11 WIB, ada 57 gempa susulan.
Dari puluhan gempa tersebut, tercatat ada 3 kali gempa yang cukup dirasakan dan menambah kerusakan rumah warga.
BACA JUGA:
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
"Pertama gempa utama berkekuatan 6.0 SR dan gempa susulan ke-6 yang berkekuatan 5.3 SR. Lalu, gempa susulan yang ke-22 dengan kekuatan 6.5 SR. Namun, gempa ini tidak berpotensi tsunami," tegas Kepala BMKG Tuban, Zem Irianto Padama kepada BANGSAONLINE.com.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Tuban, Sudarmaji, menyatakan personel BPBD sudah terjun ke lapangan menindaklanjuti laporan terkait kerusakan rumah warga.
Pihaknya mengimbau masyarakat Tuban tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berita hoax atau bohong yang viral di media sosial.
"Kami meminta masyarakat selalu waspada dan menjauhi bangunan-bangunan yang konstruksinya tidak kuat," papar Darmaji.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




