Selain itu, keputusan ini diambil oleh Jokowi, setelah hubungannya dengan Megawati dan PDI P kian memburuk.
Megawati dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diketahui memiliki sejarah ketidakakuran.
BACA JUGA:Bulan Bung Karno di Surabaya, Rocky Gerung Bedah Buku Marhaenisme: Indonesia Alami Krisis Gagasan
Keputusan Jokowi memasukkan Demokrat ke kabinet pun diambil setelah hubungannya dengan PDI-P dan Megawati memburuk.
Jokowi dengan Megawati tak pernah lagi muncul di publik secara berbarengan setelah penunjukkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.










