Pardjan merinci terdapat sepuluh komoditas utama penyumbang inflasi mtm, sebagai berikut: tomat mengalami inflasi sebesar 0,07%; beras inflasi 0,04%; bawang putih inflasi 0,04%; bawang merah inflasi 0,03%; semangka inflasi 0,02%; jagung manis inflasi sebesar 0,02%; kentang inflasi 0,02%; emas perhiasan inflasi 0,01%; sawi hijau inflasi 0,01%; serta bayam inflasi 0,01%.
Di samping sebagai pendorong inflasi, lanjut dia, terdapat pula sembilan komoditas utama penghambat inflasi, antara lain: cabai rawit mengalami deflasi sebesar -0,025%; cabai merah deflasi -0,003%; bensin deflasi -0,003%; telur ayam ras deflasi sebesar -0,02%; makanan ringan/snack deflasi sebesar -0,001%; buncis deflasi sebesar -0,001%; kacang panjang deflasi -0,001%; air kemasan deflasi -0,001%; serta minyak goreng deflasi -0,001%.
Berdasarkan data tersebut, Pardjan mengingatkan kepada masyarakat bahwa cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi.
Sehingga berdampak pada produksi kelompok makanan yang cenderung mengalami kenaikan, seperti beras.










