Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGNSAONLINE.com – Suara Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA, tersendat. Matanya berkaca-kaca. Bahkan ia kemudian menangis ketika membahas fenomena krisis etika dan akhlak. Menurut dia, bangsa akan hancur jika tanpa akhlak.
“Sudah banyak sekali buktinya. Kenapa Mesir itu dulu hancur, karena tak berakhlak,” tegas Prof Kiai Imam Ghazali Said dalam Podcast BANGSAONLINE yang dipandu M Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.
BACA JUGA:
- Tanya-Jawab Islam: Bagaimana Urutan Sholat Malam, antara Taubat, Tahajud, dan Hajat?
- Ning Lia Ajak Alumni UINSA Jaga Silaturahmi dan Almamater
- Rais Aam Harus Adil, Gus Yahya dan Gus Ipul Harus sama-sama Dinonaktifkan
- Serap Aspirasi di UINSA, Senator Ning Lia Dianggap Politikus yang Dekat dengan Mahasiswa
Padahal, menurut alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu, Mesir sempat punya peradaban tinggi dan besar. Ia mencontohkan salah satu bentuk bukti peradaban di Mesir. Yaitu piramida yang hingga sekarang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai manca negara.
Menurut Kiai Imam Ghazali, piramida itu memang wujud peradaban fisik luar biasa. Hanya saja dibangun dengan cara tak berakhlak. Bahkan tidak manusiawi.
“Tapi mengorbankan manusia. Setiap orang disuruh menyumbang 10 telur untuk (material membangun piramida). Sampai orang kekurangan gizi,” tegas pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




