Dihadapan tim verifikasi lapangan, dia mengungkapkan bahwa kontribusi besar akan nilai pertumbuhan ekonomi Lamongan terletak pada produksi pertanian. Berdasarkan data, penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah bidang pertanian dengan 32,84 persen.
"Nilai pertumbuhan ekonomi Lamongan berada pada angka 5,56% di tahun 2022, salah satunya kontribusi dari sektor pertanian," ungkapnya.
Mohammad Wahyudi selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, menyampaikan kemandirian dan keberdayaan masyarakat dengan pembangunan afirmatif yang Pro-Growth, Pro-Job, Pro-Gender dan Pro-Poor, mendorong kemandirian dan aktivitas ekonomi sektor unggulan telah ditingkatkan untuk menjaga potensi ketahanan pangan di Lamongan.
Peningkatan kapasitas dan optimalisasi pemberdayaan peternak, petani dan nelayan serta kualitas kelembagaan kelompok, optimalisasi fasilitasi peningkatan nilai tambah produk pertanian, peternakan dan perikanan, peningkatan sarana dan prasarana guna menekan biaya produksi, optimalisasi fasilitasi pemasaran produk pertanian, perikanan dan peternakan, dan menggelorakan Gerakan Kawasan Rumah Pangan Lestari.










