Sedangkan, dalam paparannya, Lukman Hakim berharap santri Tebuireng menggunakan hak suaranya pada Pemilu yang digelar pada 14 Februari 2024.
Dikatakan bahwa dari rahim pesantren Tebuireng selalu melahirkan tokoh nasional, mulai dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, Menteri Agama pertama, KH Wahid Hasyim, hingga Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
"Haram bagi santri Tebuireng tidak menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024. Jadi santri harus memilih," ungkapnya.
Sementara itu, Athoillah lebih banyak menerangkan tentang teknis pelaksanaan Pemilu. Mulai tahapan yang dilakukan hingga jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Jatim. Menurutnya DPT Jatim sangat besar yakni 31.402.838 orang, yang terdiri dari 15.495.556 laki-laki dan 15.907.282 perempuan.










