Gubernur Khofifah bersama wakilnya, Emil Dardak, saat menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menyebut peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini bukan hanya sekedar momen untuk bangkit, tetapi juga penguatan terhadap upaya terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur.
Menurut dia, upaya mewujudkan cita-cita tersebut bisa dimulai dari sekarang dengan meneladani nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Sebab, Pancasila merupakan paket lengkap untuk melawan berbagai ancaman yang dapat merusak kesatuan dan memperlambat kemajuan suatu bangsa.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
"Hari Kesaktian Pancasila sekali lagi mengingatkan kita bahwa Pancasila merupakan pemersatu bangsa. Ini sejalan dengan tema Hari Kesaktian Pancasila tahun ini 'Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Maju',” ujarnya usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2023 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (1/10/2023).
“Pancasila hadir sebagai kekuatan untuk melawan berbagai ancaman terhadap keutuhan dan persatuan bangsa. Tanpa keutuhan dan persatuan itu, tentu cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan bisa tercapai," imbuhnya.

Khofifah mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjadikan Jatim tetap harmoni dalam kerukunan. Hasilnya, saat ini, Provinsi Jawa Timur telah mencapai Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) sebesar 77,8% pada tahun 2021. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Indeks KUB secara nasional yaitu 72,9%.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




