Rencana pembangunan Pendopo Gayung Kamulyan, kata Jemik, dimulai sejak tahun 2016 lalu. "Harapan warga Ngerong kantor balai desa pindah di wilayah timur. Karena sembilan dusun terletak di wilayah timur, makanya warga berkeinginan kantor balai desa pindah," imbuhnya.
Selain itu, warga menilai letak kantor balai desa lama kurang strategis karena berada di pinggir jalan raya sehingga rawan kecelakaan lalu lintas.
"Kalau warga mau mengurus adminitrasi kependudukan harus menyeberang jalan ke kantor balai desa. Ini salah satu penyebab warga berkeinginan membuat kantor balai desa baru," sebutnya.
Ia mengatakan pembangunan Pendopo Nggayuh Kamulyan menghabiskan anggaran Rp1 miliar lebih. "Anggaran itu diambilkan dari dana desa (DD) tiga tahap senilai Rp550 juta. Sedangkan anggaran cadangan Rp200 juta, lainnya dari pihak ketiga," bebernya.










