"Alhamdulilah, kemarin (Senin) tim kami bisa karena pertamanya kami mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang ada di lapangan didapat bahwa yang bersangkutan ini bawa sepeda motor dan bawa handphone," imbuhnya.
"Kemudian, dari handphone itulah kita ketahui ada seseorang, kemudian kita lakukan penyelidikan akhirnya dapatlah terduga pelaku satu orang dan kita kembangkan menjadi dua orang dan kemudian bisa menemukan jenazah anak yang hilang ini," paparnya.
Kapolres juga menambahkan identitas pelaku, "Ini pelakunya, ada dua yang satu masih anak kebetulan masih teman satu kelas langsung daripada korban. Kemudian temannya satu lagi temannya sekelas daripada pelaku yang pertama tadi dewasa, yang satu dewasa yang satu anak-anak. Inisialnya pelaku anak ini yakni A kemudian satunya MA," tuturnya.
"Motifnya sementara ini yang kami dapatkan yang bersangkutan dendam kepada korban, kebetulan korban ini menjadi bendahara kelas. Kemudian dia ditagih dibangunkan kemudian dia dendam karena merasa tidak terima ketika pada saat dibangunkan ditagih membayar iuran kelas selama kurang lebih dua bulan, tiap minggunya Rp5 ribu ini sampai Rp40 ribu, kemudian pelaku dendam kepada korban," urai Wiwit.










