Gubernur Khofifah saat misi dagang di Padang, Sumatera Barat.
PADANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengapresiasi keberhasilan Jawa Timur yang saat ini berada di posisi kedua berkontribusi bagi ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan data dari Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemenlu, Nina Kurnia, mengatakan bahwa Jawa timur memiliki pelaku ekonomi kreatif berkemampuan tinggi.
Hal tersebut dibuktikan dengan kontribusinya terhadap ekonomi kreatif nasional dengan capaian 20,85% dibandingkan dengan capaian nasional yang berada pada angka 14%. Sementara fesyen menjadi kontributor ke-3 terbesar bagi industri ekonomi Kreatif Jawa Timur selain kuliner dan Griya.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
“Alhamdulillah, Jawa Timur merupakan kontributor terbesar kedua bagi industri kreatif nasional dengan jumlah 20,85% yang merupakan pelaku kreatif berkemampuan tinggi, atau lebih tinggi dibandingkan persentase nasional sebesar 14%. Kami akan selalu berupaya membangun sinergi dan kolaborasi untuk memberikan support terbaik bagi para pelaku ekonomi kreatif Jawa Timur,” urai Khofifah di sela-sela kegiatan misi dagang di Padang Sumatera Barat, Minggu (11/6/2023).
Ia menuturkan, pelaku ekonomi kreatif di Jawa Timur didominasi oleh pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari Surabaya dengan jumlah 142.438 unit usaha. Sehingga, Kota Pahlawan memiliki peranan yang cukup signifikan dalam menambah produktivitas ekonomi kreatif nasional.
Selain Surabaya, Khofifah menyebut Malang juga menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki predikat kota paling kreatif. Di mana selain sektor pariwisata yang menjadi andalan, Sumber Daya Manusia (SDM) nya juga memiliki kreatifitas yang luar biasa.

“Ini luar biasa, karena ada cross budaya dan ini yang menjadi alasan kenapa Kota Malang menjadi salah satu kekuatan ekotif Jawa Timur,” ujarnya.
Tak hanya itu, gubernur perempuan pertama Jatim tersebut juga mengatakan jika fesyen menjadi kontributor ke-3 terbesar bagi industri ekonomi Kreatif Jawa Timur selain kuliner dan griya.
Salah satunya batik dan pusat fesyen di Indonesia ada di Kota Malang. Dimana ditambahkan Khofifah, Malang sebagai salah satu fesyen capital di Indonesia yang menyelenggarakan fesyen week dan terus berkembang.
“Kami mencoba memfasilitasi dan menginisiasi agar pelaku-pelaku usaha ekonomi kreatif dapat mengembangkan usahanya ke tingkat internasional,” ujarnya.
Tentunya, lanjut Khofifah, yakni dengan melakukan kerjasama dengan berbagai negara. Dimana dikatakan Khofifah, salah satunya di sektor industri fesyen, yang mana Jawa Timur saat ini telah bekerjasama dengan beberaoa negara khususnya Korea Selatan.
“Tentunya ini kesempatan besar, karena seperti kita ketahui, Korea Selatan saat ini menjadi rujukan anak-anak muda, termasuk stylenya. Ini merupakan kesempatan yang luas bagi pelaku ekonomi kreatif fesyen untuk men challange diri, tanpa melupakan unsur ke Jawa Timur an dalam produk yang dihasilkan,” jelasnya.
Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU tersebut juga menambahkan, capaian tersebut juga tak lepas dari inovasi dan improvisasi dalam mengembangkan kualitas produk yang dihasilkan. Dimana menurutnya, Jatim memiliki pelaku ekonomi kreatif berkemampuan tinggi.
“Ini sesuai dengan tagline kita ‘Optimis Jatim Bangkit’, tentunya ini merupakan prestasi atas hasil dari sumberdaya manusianya yang kreatif, inovatif, luar biasa dan ini didukung dengan jumlah anak muda yang terus mengembangkan skill dan kemampuannya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh stakeholder di Jawa Timur untuk memaksimalkan upaya ekonomi kreatif diberbagai sektor hingga tingkat internasional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




