Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat memberi pemaparan terkait daerah rawan kecelakaan.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pemkot Batu melalui forum lalu lintas angkutan jalan telah mengindentifikasi daerah rawan kecelakaan lalu lintas atau biasa dikenal dengan black spot area.
Area di Kota Batu yang diidentifikasi sebagai zona kecelakaan berisiko tinggi, yaitu Jalur Klemuk Songgoriti, Jurang Susuh Giripurno, Jalan Dusun Toyomerto, serta Jalan Dewi Sartika di depan Pasar Induk Kota Batu.
BACA JUGA:
- Orang Tua Rela Antre Tengah Malam demi SPMB, Dewan Pendidikan Kota Batu Soroti Tingginya Minat
- DPRD Kota Batu Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan Catatan Kritis
- Tes VO2MAX Digelar KONI Kota Batu, Beri Hasil Kebugaran Atlet Jelang Porprov 2027
- Pemkot Batu Raih WTP ke-11 Beruntun, Wali Kota Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
"Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan meningkatkan sarana dan prasarana seperti pemasangan rambu dan marka jalan, serta papan petunjuk imbauan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Imam Suryono, melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Kamis (8/6/2023).

"Selain itu, solusinya juga ada penambahan penggunaan lampu penanda dan lampu peringatan, running light serta guard rail. Ada juga usulan untuk melakukan rekayasa lalu lintas pada jalur Klemuk, Toyomerto, Jurang Susuh, dan Jalan Dewi Sartika," paparnya menambahkan.
Selain 4 daerah rawan kecelakaan, forum juga menyoroti akan pentingnya penanganan segera terhadap area-area tersebut, dan membahas berbagai langkah untuk meningkatkan keselamatan jalan
Sementara itu, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah pada kelayakan jalan dan perlunya kerja sama dari berbagai instansi, termasuk organda untuk mencapai tujuan tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




