Lukman Hakim (52), warga Dusun Sambirejo, Desa Tiron, mengatakan bahwa rumah dan tanah miliknya hanya dihargai Rp1,061 miliar. Padahal nilai jual sesuai pasaran bisa mencapai Rp2,5 miliar.
"Kami sebenarnya sangat mendukung pembangunan jalan tol ini, tapi kami juga minta ganti rugi yang wajar sesuai harga pasar di lingkungan kami," kata Lukman, Senin (29/5/2023).
Ia berharap pemerintah memperhatikan keluhan warga. "Jangan sampai warga dirugikan dengan adanya proyek jalan tol ini," tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Sumarni (62) yang tanah rumahnya hanya dihargai Rp900 juta saja. Menurut dia, harga di pasaran saat ini bisa mencapai Rp1,5 miliar.










