Wali Kota Kediri menambahkan untuk semua jamaah agar selalu mengikuti instruksi dari perwakilan Pemerintah Indonesia di sana. Sudah banyak contoh kejadian jamaah yang tersesat ataupum terpisah rombongan karena tidak mengikuti instruksi yang ada. Instruksi yang dibuat tentu sudah melalui berbagi pertimbangan yang matang.
"Saya mohon tidak melepas gelang karena tanda panjenengan haji secara legal. Kami mendoakan yang terbaik pagi panjenengan agar diberi kemudahan melaksanakan ibadah haji. Doakan Kota Kediri, masyarakat dan pemerintah," imbuhnya.
CJH dari Kota Kediri ini tergabung dalam kloter 32. Dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci 4 Juni dan kembali pada 16 Juli. Dari Kota Kediri jamaah calon haji termuda bernama Muhammad Syifa Hilmi berusia 19 tahun dari Kelurahan Sukorame dan tertua bernama Munawar berusia 91 tahun asal Kelurahan Bawang.
Sementara itu, kebahagiaan akan segera berangkat menunaikan ibadah haji dirasakan oleh Munawar calon jemaah haji tertua. Untuk dapat berangkat ke tanah suci Munawar mendaftar sejak tahun 2016 bersama istri. Namun saat ini yang bisa berangkat ke Tanah Suci hanya dirinya saja.










