Wamenag Minta Aparat Kepolisian Tingkatkan Keamanan Tempat Ibadah Usai Penembakan Kantor MUI. Foto: Ist
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Zainut Tauhid Sa'adi selaku Wakil Menteri Agama Republik Indonesia meminta agar aparat kepolisian dapat meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah.
Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk respon peristiwa penembakan yang terjadi di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
"Meminta aparat kepolisian untuk lebih meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah, dan kantor, serta tempat beraktivitas para pemimpin agama", ujar Zainut pada Jum'at (5/5/2023).
Selain itu, Zainut meminta agar masyarakat bisa belajar agama kepada otoritas yang memiliki keilmuan agama yang tinggi.
Belajar agama dinilai penting untuk dilakukan, karena kasus penembakan di Kantor MUI adalah buah dari pemahaman yang salah.
Pelaku penembakan yakni Mustopa (60) menyatakan dirinya sebagai nabi, dan sangat jelas bertentangan dengan ajaran agama.
"Ini membuktikan bahwa pemahaman agama yang salah bisa menimbulkan bahaya terhadap keselamatan jiwa orang lain", tutur Zainut.
Zainut Tauhid mengatakan problematika saat ini ialah banyak orang yang memiliki semangat belajar agama tetapi mereka menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan hukum.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




