Narapidana yang dilatih.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kanwil Kemenkumham Jatim dan jajaran terus berupaya membekali narapidana dengan keterampilan, seperti di Lapas I Surabaya yang memiliki Latubaya Produktif dengan 15 program unggulan.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Imam Jauhari, mengatakan bahwa salah satu amanat kunci dalam Undang-Undang Pemasyarakatan yang baru ialah peningkatan kualitas pembinaan warga binaan.
BACA JUGA:
- 11 UPT Jatim Borong Penghargaan di Refleksi Akhir Tahun 2024 Kementerian Hukum dan HAM
- Wamenko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Serukan Kolaborasi untuk Membangun Negeri
- Imigrasi Malang Raih Penghargaan WBBM dari Kemenpan RB
- Peserta Seleksi CPNS Kemenkumham Jatim Tunjukkan Bakat dan Keterampilan saat Tes WPFK
“Untuk itu kami dorong 25 lapas jajaran untuk menaikkan standar pembinaan dengan menaikkan status bengkel kerja menjadi Balai Latihan Kerja,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Rabu (3/5/2023).
Peningkatan status tempat pembinaan ini, kata Imam, akan dibarengi dengan peningkatan kualitas skil yang didapatkan dan dimiliki narapidana.
“Setelah pelatihan berakhir, kami akan keluarkan sertifikat keahlian, sehingga ketika bebas nanti warga binaan bisa melampirkannya sebagai bahan pertimbangan saat mencari pekerjaan,” urai Imam.

Salah satu lapas yang selama ini concern dalam pembinaan keterampilan adalah Lapas I Surabaya. Melalui program Latubaya Produktif, lapas yang dipimpin Jalu Yuswa Panjang itu memberikan pembinaan kemandirian ketrampilan kepada seluruh warga binaan guna menciptakan warga binaan yang mandiri, terampil, dan kompeten.
“Sehingga ketika bebas mereka memiliki bekal untuk bekerja maupun berwirausaha ketika selesai menjalani masa pidana,” terangnya.
Jalu mengungkapkan bahwa untuk menunjang kegiatan kemandirian ketrampilan pihaknya menggandeng beberapa mitra pelatihan dan mitra produksi yang di tandai dengan penandatanganan MoU.
"Kita ada 15 program unggulan Latubaya Produktif sebagai penunjang ketrampilan dan kemandirian warga binaan disini," terang Jalu.
Adapun 15 pembinaan kemandirian ketrampilan yang ada di Lapas Kelas I Surabaya yang menjadi program unggulan Latubaya Produktif antara lain:
1. Produksi mebelair yang bekerja sama dengan PT Bahari Mitra Surya (BMS), yang hasil produksinya hingga ekspor ke berbagai negara.
2. Sandaran kursi yang bekerja sama dengan CV. Mitra Saudara
3. Tahu Nigarin yang bekerja dengan CV. Nigarin Indonesia merupakan satu-satunya tahu yang memakai sari air laut bukan cuka.
4. Es batu kristal yang bekerja sama dengan CV Cipta Anugerah
5. Pertanian
6. Perikanan
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




