Lebih lanjut, Rini mengatakan, pertama, satu petak penggunaan full pupuk kimia, berikutnya satu petak full organik, dan terakhir satu petak menggunakan pupuk kimia maupun organik dengan perbandingan 50 persen.
"Tujuannya supaya para petani lebih mudah membedakan hasil produksi antara penggunaan pupuk kimia dengan yang menggunakan organik," imbuhnya.
Mengingat kesuburan tanah pada penggunaan pupuk organik harus dilakukan secara bertahap, Rini menambahkan, maka pendampingan akan dilakukan hingga fase panen dan pada musim tanam selanjutnya sampai petani benar-benar bisa mengerjakan aplikasi secara mandiri.
"Bagi petani yang tertarik menerapkan full organik, akan dilakukan pendampingan sampai mendapatkan sertifikasi organik," ungkapnya.










