Gus Miftah saat mengisi ORASI Kebangsaan di Lapas Kelas I Madiun.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Gus Miftah, sapaan akrab penceramah dengan nama lengkap K.H Miftah Maulana Habiburrahman dari Yogyakarta menggelar Obrolan Rasional Aktual Spiritual Intelektual (ORASI) Kebangsaan di Lapas Kelas I Madiun, Jumat (24/2/2023).
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menangkal paham radikalisme serta memantapkan nilai ideologi Pancasila. Agenda tersebut juga dihadiri Kakanwil Kemenkumham Jatim, Imam Jauhari, dan Wakil Wali Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri.
BACA JUGA:
- Semarakkan Acara Babe, Disdagkopum Madiun Gelar Sembako Murah dan Bazar UMKM di Desa Bodag
- Kontraktor Keluhkan Pembayaran Proyek PT INKA Madiun Belum Lunas, Tersisa Rp100 Juta
- 513 Rumah Warga Madiun Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Program BPBL Seruni KMP Bidang IV
- Autodebit JKN Jadi Solusi Praktis Jaga Kepesertaan Tetap Aktif
Saat itu, Gus Miftah menyampaikan bahwa negara Indonesia memiliki enam 'kamar' besar yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu Budha dan Konghucu. Sehingga, sikap saling menghargai sangat diperlukan untuk menciptakan negara yang damai.
"Kembali ke kamar masing-masing dan jangan mengganggu umat beragama yang lain. Karena semua agama adalah benar bagi penganutnya," tuturnya.

Menurut dia, mencintai negara adalah bagian dari iman. Hal ini sesuai dengan Resolusi Jihad yang Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




