Bupati Baddrut Tamam saat meresmikan Food Colony yang berada di jalan kesehatan menegaskan tidak ada pemungutan biaya, alias gratis.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Food Colony yang berada di Jalan Kesehatan Kabupaten Pamekasan, merupakan penampungan bagi pedagang kaki lima supaya tidak lagi berjualan dipinggir jalan.
Namun nyatanya, tempat sentra PKL tersebut banyak tidak ditempati oleh pedagang kaki lima, malah memilih bertahan berjualan dipinggir jalan dari pada ditempat yang disediakan oleh Bupati Pamekasan.
BACA JUGA:
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- Pemkab Pamekasan Kembali Raih WTP, Jadi Capaian yang ke-12
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
Salah satu pedagang kaki lima yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, dirinya tidak mau berjualan ditempat yang disediakan Bupati Pamekasan dengan beberapa alasan yang kuat.
"Gimana mau ditempati dik di sana saya meragukan keamanannya, sedangkan di sana tidak boleh memakai rombong dan tempatnya itu terbuka," keluhnya. Minggu (12/2/2023).
Bahkan, ia juga mengatakan, disana dipungut biaya-biaya yang memberangkatkan, seperti kebersihan sebesar Rp 5 ribu rupiah, parkir sepeda motor sebesar Rp 3000 ribu rupiah yang akan membuat pembeli malas ke colony, alasan tersebutlah yang membuat dirinya tidak menempati tempat tersebut.
"Bagaimana saya mau disana mas disana dipungut biaya kebersihan Rp 5 ribu rupiah dan untuk Parkir Rp 3 ribu rupiah, bahkan tempat berjualan belum dipakai sudah ada yang bocor," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




