PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Hanan Attaki akan mengisi kajian di Masjid Muttaqin, Desa Laden, Pamekasan, Minggu (12/2/2023) malam. Menanggapi hal tersebut, Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim, meminta panitia untuk mempertimbangkan, bahkan memindahkan acara ke tempat lain.
"Agenda ini membuat masyarakat setempat tidak nyaman. Pasalnya, ustaz kelahiran Banda Aceh ini sempat ditolak di Jawa Timur, seperti: Gresik, Jember, Sumenep dan di beberapa daerah lainnya," ujarnya, Sabtu (11/2/2023).
BACA JUGA:
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
"Kami harap panitia bisa tahu diri dan tidak memaksakan kehadiran ustaz ini (Hanan Attaki). Melihat perkembangan di masyarakat, khususnya masyarakat Desa Laden, setelah saya menerima laporan dari tokoh di sana,” imbuhnya.
Ia bahkan mengaku khawatir dengan dampak acara tersebut jika tetap digelar. Pihak berwajib pun diminta untuk segera bertindak.
"Aparat tegaslah. Batalkan kedatangan ustaz (Hanan Attaki) itu. Yang kasus Ustaz Yazir Hasan di Desa Nyalabuh Laok belum selesai, masa mau ditambah lagi di Desa Laden?” kata kiai lulusan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, ini.
Sementara itu, Kepala Desa Laden, Alimudin, belum bisa dikonfirmasi terkait dengan tindakan apa yang akan dilakukan hingga berita ini diterbitkan. (dim/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




