Suasana pelantikan anggota PPS di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangkalan menggelar pelantikan anggota panitia pemungutan suara (PPS) di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Selasa (24/1/2022). Namun dari ratusan anggota PPS yang dilantik, ada 13 calon terpilih yang gagal dilantik.
Ketua KPU Bangkalan Zainal Arifin mengatakan, beberapa calon terpilih itu gagal dilantik karena melanggar ketentuan dan regulasi yang sudah ditetapkan oleh KPU.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
"Dari 13 belas peserta yang gagal dilantik, terdapat 3 orang caleg yang awalnya tidak terdeteksi NIK-nya, tidak terdata di siakba dan sipol. Namun setelah hasil pengumuman tes wawancara, ada tanggapan dari masyarakat kalau mereka ini caleg pemilu 2019 sehingga kita cari data, yang kemudian mereka diskualifikasi lalu diganti oleh peringkat 4 di bawahnya," ujarnya.
Sedangkan 2 orang di antaranya ialah pendamping desa. Zainal menegaskan, pendamping desa tidak diperbolehkan menjadi anggota karena sudah ada regulasi internal.
"Kita sudah meminta kepastian kepada mereka, apakah mereka ingin lanjut di PPS atau tetap di pendamping, tetapi 2 orang itu memilih mundur dari PPS," tuturnya.
Sedangkan 8 orang lainnya memilih mengundurkan diri. Dari 13 peserta yang gagal dilantik, KPU sudah memilih pengganti yang kemudian sudah dilantik secara bersamaan dengan para anggota yang lain.
Total ada 843 anggota PPS di Kabupaten Bangkalan yang dilantik. Terdiri dari 709 orang laki-laki dan 134 orang perempuan.
Zainal berpesan kepada PPS yang dilantik agar menjadi penyelenggara yang baik serta menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan.
"Tugas yang paling terdekat pemuktahiran data pemilih, ini merupakan tugas awal yang harus dikerjakan," pungkasnya. (mil/uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




