Anggota MPJ juga terus bertambah. Bahkan kini menjangkau 400 pondok pesantren seluruh Jawa Timur.
Kiai Asep mengaku optimis karena situasinya berbeda dibanding ketika dirinya masih menjadi santri yang miskin. Menurut dia, kini para santri banyak akses.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
“Sekarang banyak beasiswa,” kata Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
“Kalau saya dulu mau kuliah saja harus jadi kuli bangunan dulu,” tambah Kiai Asep.










