Ia menjelaskan, dari ribuan perempuan kepala keluarga ini tidak semuanya membutuhkan modal, namun juga ada yang butuh dibantu dalam pemasaran seperti pemasaran di media sosial maupun di e-commerce seperti Gojek ataupun Grab Food.
“Dari 7.000 itu setelah kita pilah-pilah ada 800 orang yang memang butuh modal. Ini menunjukkan betapa kaum perempuan sudah cukup berperan dalam perekonomian keluarga.Ini menjadi sekala prioritas pemerintah kedepan agar kaum perempuan itu mendapatkan program nyata dari pemerintah dalam rangka penguatan ekonomi keluarga,“ paparnya.
Menurut dia, peningkatan peran perempuan dalam pendidikan dan pengasuhan anak karena benar-benar nyata. Ia pun menyebut, ada perempuan yang jadi presiden, menteri, gubernur, wali kota, dokter, guru, pengusaha, dan lain sebagainya.
"Peran perempuan itu sekarang menjadi kebutuhan. Kita memang tidak bisa berjalan, laki-laki sendiri, maupun perempuan sendiri. Sehingga, peran ibu dalam hal pendidikan dan pengasuhan juga penting,” ucapnya










