Sekitar pukul 23.00 WIB, korban pulang dan melintas di persimpangan empat Dungus. Saat itu juga, SM merasa ada dua orang yang membuntuti, dengan menggunakan motor matic.
"Korban SM dibuntuti pelaku mulai dari simpang empat Dungus," jelasnya.
Beberapa saat kemudian, lanjut Huda, korban dihentikan oleh pelaku, namun korban mengabaikan perintah pelaku. Merasa terabaikan oleh koban, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis parang untuk menakuti korban.
"Saat di atas motor korban melawan, dengan cara menendang pelaku, tapi pelaku langsung membacok kaki korban," ujarnya.










