Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Dirjen GTK Kemendikbud Prof. Dr. Nunuk Suryani, dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi saat menutup acara GCC Batch 3. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/ BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - GTK Creative Camp (GCC) Batch 3 resmi ditutup Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa, Kamis (17/11/2022). Banjir penghargaan diterima oleh juara terbaik dari berbagai kategori lomba tahunan.
Mereka beradu karya di bidang anugerah penulis buku, video tourism, kewirausahaan, dan film pendek tahunan tingkat provinsi tersebut.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
Selain itu, kompetisi itu juga melombakan fashion, pembelajaran berbasis IT, desain grafis, lomba daur ulang, inovasi kompetensi kepala sekolah, serta optimasi peran pengawas sekolah.
Dinas Pendidikan Provinsi Jatim juga memilih cabang terbanyak peserta GCC, kacab inspiratif, cabang terbaik pemerataan GTK, cabang terbaik input data A-GTK 1.7, dan cabang terbanyak prosentase IKM Mandiri.
Tahun ini ajang GCC diikuti sebanyak 18.338 peserta yang terdiri dari guru SMA/SMK dan PKPLK, kepala sekolah, cabang dinas, dan kepala pengawas sekolah di Jatim. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sejak Agustus lalu.
Adapun jumlah perserta lomba itu meningkat hampir 200 persen dibanding tahun lalu yang hanya diikuti 6.333 orang. Sedangkan GCC tahun 2020 diikuti 4.983 peserta.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi antusiasme para peserta sehingga membuat kegiatan semakin bermakna. Ia mencontohkan 4 ribu lebih peserta memilih sektor kewirausahaan dan lebih 3 ribu peserta memilih sektor IT.
Menurut Khofifah, baik kewirausahaan maupun digital IT menjadi satu kesatuan di tengah kemajuan peradaban saat ini. Sebab, tren saat ini adalah penguatan ekosistem digital, pendidikan, dan sektor lain apabila ingin membangun akses pasar dunia. Khususnya dalam bidang kewirausahaan.
"Karena itu, skil para guru dan anak didik harus bersahabat dengan digital IT," ujarnya, Jumat (18/11/22).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




