Kepala DKPP Kota Kediri, Mohammad Ridwan (kanan), saat menyerahkan bunga anggrek bulan kepada Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Foto: Ist
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, berharap konservasi anggrek di Hutan Kota Joyoboyo menjadi sarana edukasi tentang anggrek bagi masyarakat. Apalagi spesies anggrek terbanyak salah satunya ada di Indonesia. Kota Kediri memiliki hutan kota yang cocok menjadi habitat dari anggrek.
"Kita punya potensi Hutan Kota Joyoboyo. Hal ini direspon Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Kediri Raya bersama DLHKP dan DKPP melakukan kerjasama konservasi penamaman anggrek. Terima kasih kepada PAI yang menyumbangkan tanaman anggrek," ujarnya saat Konservasi Penanaman Anggrek di Hutan Kota Joyoboyo, Selasa (15/11/2022).
BACA JUGA:
- Munas-Konbes NU 2026 Dibuka Malam ini di Kediri, Gus Ipul: Insyallah Presiden Hadir di Penutupan
- Sidak Timpora di Ponpes Wali Barokah Kediri, Seluruh Dokumen Santri Asing Dinyatakan Lengkap
- Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Kediri Dijaga 400 Personel Banom
- Di Pembekalan Pra-Purnatugas ASN, Wali Kota Kediri: Waspadai Penipuan Digital
Menurut dia, tanaman ini sangat pas di tanam di Kota Kediri. Sebab anggrek tidak memerlukan lahan yang luas. Tanaman anggrek ini bisa menjadi salah satu pilihan urban farming. Untuk anggrek yang ditanam di Hutan Kota Joyoboyo ini memiliki banyak jenis, salah satunya ada jenis endemik dari Kediri yakni anggrek eria ornata atau anggrek api dan tricolor.
"Nantinya setelah konservasi penanaman anggrek ini berhasil harus ada pameran. Kita undang teman-teman yang ada di luar kota untuk datang melihat konservasi tanaman anggrek di sini. Kita harus merawat dan menjaga tanaman anggrek ini bersama," ungkapnya.
Wali Kota Kediri juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar yang telah menyumbangkan tanaman herbal di Taman Tempurejo. Diantaranya daun mint, stevia, dan jeruk lemon.
"Terima kasih untuk tanaman herbal yang disumbangkan. Sama seperti di sini, tanaman herbal di sana juga bisa untuk edukasi," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




