Rofik pun menilai Pemkab Situbondo tidak serius dalam mengembangkan program inovasi. Justru alokasi anggaran pada OPD banyak dikurangi dan dialihkan pada pendanaan infrastuktur.
"Kata sekda, kita sudah minta OPD legowo anggarannya dikurangi dan dialihkan ke infrastruktur," jelasnya.
BACA JUGA:DPRD Situbondo Sahkan Perda KTR dan Penataan Desa: Lindungi Kesehatan Tanpa Matikan Ekonomi
Selain Rofik, beberapa anggota DPRD yang tidak mau disebutkan namanya juga menyoroti kinerja pemkab, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga Situbondo gagal mendapatkan DID Rp12 M tahun 2022.
"Eksekutif ogah-ogahan, SKPD gak ada greget," kata salah satu anggota komisi II.










