H. Rofik Hamdani, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Situbondo.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - H. Rofik, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), mengaku heran dengan prestasi Bupati Kabupaten Situbondo yang meraih penghargaan sebagai kepala daerah inovatif (KDI) tahun 2022. Penghargaan tersebut diberikan oleh salah satu media swasta nasional pada 5 November 2021.
Padahal, penghargaan tersebut tak seiring dengan kinerja Pemkab Situbondo yang sesungguhnya. Bahkan, penghargaan itu tidak dapat menyelamatkan kegagalan Pemkab Situbondo dalam mendapatkan dana insentif daerah (DID) tahun 2022.
BACA JUGA:
- DPRD Situbondo Sahkan Perda KTR dan Penataan Desa: Lindungi Kesehatan Tanpa Matikan Ekonomi
- Rapat Paripurna LKPJ Bupati Situbondo 2025 Hasilkan 21 Rekomendasi Strategis
- Pemkab Situbondo Rencanakan Revitalisasi Pasar Mimbaan Baru
- Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah, DPRD Situbondo Godok Raperda Insentif Investasi
"Ini mengherankan, penghargaan itu tidak berimbas pada penilaian DID. Ini perlu dipertanyakan, nanti hanya acara televisi saja?," kata H. Tolak, sapaan H. Rofik, kepada wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Situbondo, Rabu (12/10/2022).
Menurutnya, bappeda (badan perencanaan dan pembangunan daerah) telah mengarahkan setiap OPD agar menelurkan program terobosan yang inovatif. Namun, sejauh ini belum ada inovasi yang menonjol.
Rofik pun menilai Pemkab Situbondo tidak serius dalam mengembangkan program inovasi. Justru alokasi anggaran pada OPD banyak dikurangi dan dialihkan pada pendanaan infrastuktur.
"Kata sekda, kita sudah minta OPD legowo anggarannya dikurangi dan dialihkan ke infrastruktur," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




