GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa (Kades) Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Kowiyanto berang. Sebab, proyek pembangunan betonisasi jalan di desanya tak kunjung dirampungkan oleh rekanan pemenang lelang.
Ironisnya, kondisi jalan yang sebelumnya berupa paving sepanjang 270 meter itu menjadi berdebu. Dampaknya, sangat menggangu pengguna jalan. Khususnya, warga setempat.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Soft Launching Gresik Universal Science, Wisata Edukasi Digital di Balongpanggang
- Diduga Ngantuk, Pemotor di Gresik Tewas Usai Menabrak Tiang Listrik Depan Makam Karangsemanding
- 6 Desa di Balongpanggang Gresik Terendam Banjir, BPBD: Hujan Lebat di Hulu Kali Lamong
- Gandeng BNNK, LIRA Gresik Gelar Sosialisasi Antinarkoba P4GN ke Kartar Desa Pacuh
Informasi yang dihimpun dari papan nama proyek, diketahui proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Linggis Nusantara. Pagu anggaran dari APBD Gresik tahun 2022 Rp826 juta lebih.
"Saya sangat jengkel. Geram. Saya kecewa. Karena pengerjaan jalan betonisasi di desa kami oleh kontraktor pemenang terkesan asal-asalan. Buktinya, selama dua bulan pekerjaan progresnya hanya bongkar paving," ucapnya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Jumat (23/9/2022).
Menurut ia, setelah paving dibongkar sekitar 2 bulan tak ada kelanjutan pengerjaan proyek betonisasi. Akibatnya, jalan setiap hari berdebu. Sehingga, sangat menggangu pengguna jalan.
"Ini kan musim kemarau. Jadi kalau ada kendaraan lewat debu berhamburan. Sehingga, sangat mengganggu," ungkapnya.
Ia mengaku sempat bertemu pekerja proyek untuk mempertanyakan progres pekerjaan.
"Saya minta tolong pekerjaan jalan segera diteruskan, karena proyek ini sudah dua bulan tidak ada tindak lanjut dan tanggung jawabnya. Saya benar-benar jengkel. Apalagi baru-baru ini ada warga saya yang jatuh saat lewat jalan tersebut," sambungnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




