Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro saat ungkap kasus.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Para pelaku penganiayaan terhadap pesilat asal Pucang yang tewas beberapa waktu lalu saat uji kenaikan tingkat kini sudah tertangkap, Selasa (20/9/2022).
Mereka mengaku tega melakukan pemukulan pada perut korban berulang kali gara-gara korban dianggap tidak serius saat menjalani ujian itu.
BACA JUGA:
- Sidang Kasus Penggelapan di Sidoarjo, PT Dynasti Indomegah Klaim Belum Terima Pembayaran
- Puluhan Atlet Berkuda Memanah Adu Skill Bersaing di Porkab Sidoarjo 2026
- BHS Salurkan 120 Ekor Sapi Kurban, Sidoarjo Kebagian 9 Sapi dan 1 Kambing
- Sapi Kurban 700 Kilogram Tercebur Sungai di Sidoarjo, Evakuasi Berlangsung 2 Jam
Para pelaku yang sudah tertangkap itu berjumlah empat orang. Mereka adalah EAN (25) selaku koordinator kepelatihan, MAS (16) selaku penguji, FLL (19) penguji, lalu MRS (18) penguji.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, mereka masing-masing memiliki peran memukul perut korban lantaran korban disebut cengengesan dan tidak serius saat mengikuti ujian.
"Sehingga pukulan swing mengarah ke arah perut dilakukan dengan maksud pembinaan. Selain pukulan swing, mereka juga menendang perut korban," cetusnya.
Selain itu menurut pengakuan tersangka, gerakan korban banyak melakukan kesalahan. Semakin parah, ketika korban diberi pukulan pembinaan malah melontarkan umpatan kata-kata kotor kepada para penguji itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




