Lembar Naskah Perjanjian Hibah Tanah (NPHT).
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Mangkraknya tandon penyimpan air untuk didistribusikan kepada warga di sekitar Dusun Monggu, Desa Talango sejak awal sudah bermasalah. Menurut Mastiyana, warga Dusun Monggu sangat menduga ada masalah besar di kemudian hari.
Pasalnya, 20 meter dari jarak ditempatkannya Tandon Air Monggu yang dibangun dari APBD itu sudah ada tandon air milik H. Saleh yang menyuplai warga Dusun Monggu puluhan tahun silam.
BACA JUGA:
- Kepala Disdukcapil Sumenep Jelaskan Prosedur Pecah KK Sesuai UU No. 23 Tahun 2026
- Dharma Wanita Diskominfo Sumenep dan BNNK Gelar Sosialisasi P4GN
- Jelang Musim Kemarau, Satgas TMMD Ngawi Persiapkan Tandon Air Bersih
- Tingkatan Kesejahteraan Para Nelayan, Bupati Sumenep Bagikan Sertifikat Tanah untuk Kembangkan Usaha
“Jaraknya hanya 20 meter, antara tandon air milik H. Saleh dengan yang dibangun pemkab. Harusnya ada studi dan survei sebelum membangun tandon yang dibiayai negara, sehingga tidak menuai masalah,“ ungkapnya, Kamis (1/9/2022).
Mastiyana juga heran, siapa yang mengusulkan tandon tersebut. Sebab, banyak warga Dusun Monggu yang merasa tidak pernah diajak musyawarah oleh RT/RW, Hipam dan Kades Talango. Tiba-tiba muncul di area rumah Mat Nur yang sejak awal tidak setuju dengan kehadiran tandon tersebut, karena tanahnya tidak akan dihibahkan untuk tempat berdirinya tandon.
“Seharusnya proyek untuk kepentingan rakyat dibicarakan dulu dengan rakyat, agar memperoleh masukan dan dukungan dari masyarakat luas. Siapapun tidak boleh main paksa kendati untuk kepentingan umum. Ya, sekarang semua sudah jadi bubur, Mat Nur menolak bangunan milik negara itu,“ papar Mastiyana.
Mat Nur, pria yang sehari-harinya hidup dengan mancing ikan di laut untuk nafkah keluarganya ketika ditemui mengakui bahwa dirinya sejak awal diintimidasi untuk menghibahkan tanahnya ke Hipam Talango.
“H. Haris memang memaksa sejak awal akan membangun tandon air di tanah milik saya dan saya menolak. Sebab, saya orang miskin dan tanah itu harta satu satunya yang akan diwariskan kepada ketiga anak saya,“ ujar Mat Nur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





