“Untuk para ibu menyusui di Kota Kediri, kami akan berupaya menyediakan tempat-tempat yang baik untuk menyusui. Tempat dibuat senyaman mungkin, agar ketika ibu-ibu menyusui tidak perlu khawatir, minder dan tetap semangat yang penting berikan ASI-nya semuanya kepada anak bayinya,” terangnya.
Sementar Ferry Silviana menceritakan pengalamannya menjadi seorang ibu yang menyusui keempat anaknya.
Menurutnya, ASI eksklusif bukan menjadi sebuah hal yang baru, namun sudah menjadi hal yang sewajarnya bisa diberikan untuk anak. Di tengah kesibukannya sebagai Ketua TP PKK, ia selalu menyempatkan untuk pumping ASI untuk anak terakhirnya. Pumping ASI ini dilakukannya demi target bisa menyusui anaknya dengan ASI eksklusif selama 2 tahun.
“Hari ini hari yang berbahagia karena Perwali tentang ASI ini akhirnya diluncurkan. Sebelumnya kita semua sudah punya undang-undang tentang ASI Nomor 36 tahun 2009. Itu mengacu tentang ASI eksklusif satu-satunya," ujar Bunda Fey, sapaan akrab istri Wali Kota Kediri ini.










