MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Mojokerto H. Muhammad Al Barra meminta kepada seluruh warga NU, khususnya Gerakan Pemuda Ansor menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Gus Barra, sapaan akrabnya, saat menghadiri Tasyakuran Puncak Harlah ke-10 Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Asrama Al Qurthuby, Desa Mojogeneng, Jatirejo, Rabu (22/6/2022) malam.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- PAD Mojokerto Lampaui Target, Gus Barra: Berkat Kerja Sama Antarpihak
- Kiai Asep Targetkan Ketua DPRD, Saan Mustopa Nasdem Terkesan Relawan Gus Bara-Gus Habib Capai 27.000
"NU dan semua pemuda Ansor harus bisa waspada terhadap akan munculnya kelompok atau ekstrimis garis keras maupun radikalisme. Terutama para generasi pemuda Ansor untuk antisipasi akan tumbuhnya benih-benih paham radikalisme," kata pria yang juga Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto.
Ia yakin GP Ansor mampu menjaga NKRI dari rongrongan paham yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, Pemuda Ansor memiliki jiwa nasionalisme dalam mencintai tanah air.
"Kita sebagai generasi Nahdlatul Ulama, sebagai pemuda pemudi Nahdlatul Ulama, supaya dapat meneruskan estafet meneruskan perjuangan para ulama-ulama kita yang terdahulu. Kalau dulu, Nahdlatul Ulama dahulu dipandang sebelah mata. Setelah reformasi bergulir, NU kemudian menjadi salah satu rujukan, menjadi motor penggerak di mana-mana dan sampai saat ini pun, NU menjadi posisi yang sangat seksi dan strategis," jelas Gus Barra.
Untuk menangkal paham radikalisme, menurut Gus Barra, Rijalul Ansor bisa mengadakan pengajian rutin di desa-desa. Selain itu, juga mendeteksi paham-paham radikal dan ekstrem yang sudah masuk di tengah-tengah masyarakat.
"Bila ada, menjadi tugas kita untuk bagaimana menetralisir kembali pemahamannya agar kemudian kita tidak memberikan ruang sejengkal pun kepada para ekstremis-ekstremis garis yang keras untuk bernapas atau berada di negeri tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
Tasyakuran Puncak Harlah ke-10 Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, para kiai dan ulama, Wakil Ketua DPRD H Soleh, serta ratusan Pemuda Ansor dan Rijalul Ansor. (ris/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




