Yang menarik, beasiswa itu tidak hanya program S1, tapi juga S2 dan S3. Bahkan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu minta agar program yang dipilih merata. Mulai S1, S2 hingga S3.
“Jangan hanya S1 atau S2 saja. Tapi semua. Merata,” kata putra KH Abdul Chalim, salah seorang kiai pendiri NU asal Leuwimunding Majalengka Jawa Baraat itu.
Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) yang didirikan Kiai Asep kini memang sudah memiliki program lengkap. Mulai S2, S2 hingga S3. Bahkan mahasiswanya tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga negara-negara asing. Antara lain, Mesir, Afghanistan, Thailand, Singapura, Vietnam, Malaysia dan beberapa negara lain.
Kiai Asep dikenal sebagai ulama ahli pendidikan. Kiai miliarder tapi dermawan itu sukses mendirikan pondok pesantren dalam waktu singkat dan memiliki banyak santri. Bahkan para santrinya banyak yang berprestasi dan diterima di berbagai perguruan tinggi favorit, baik di dalam negeri maupun luar negeri.










