"Jalurnya berlubang dan berlumpur membuat pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas. Khususnya pengendara motor. Lengah sedikit, akan tergelincir dan terjatuh," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky meminta kades dan perangkat desa ikut menyosialisasikan dan memberikan edukasi terhadap warga desanya perihal rencana pengecoran jalan di tahun 2022. Bahkan, Pemkab Tuban telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan.
"Nyuwun sewu camat, teman-teman petinggi dan perangkatnya tolong harusnya ini disosialisasikan serta disampaikan warganya kalau jalan itu telah dianggarkan di tahun ini sebesar Rp10 miliar. Namun, agenda-agenda pemerintah yang sudah diatur tentunya membutuhkan proses dan waktu," jelas Lindra saat pelaksanaan Safari Ramadan di Pendopo Kecamatan Senori.
Pihaknya mengaku telah memerintahkan jajaran atau pejabat di lingkungan Pemkab Tuban untuk terus mendengar dan merasakan persoalan langsung dari bawah. Lindra berpesan kepada seluruh masyarakat Tuban untuk menjaga infrastruktur umum seperti jalan yang telah bagus setelah dibangun untuk dipelihara secara bersama-sama.










