Reog Ponorogo. Foto: disway.id
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa, kaget saat Reog Ponorogo diklaim oleh Malaysia yang akan didaftarkan ke UNESCO.
"Ya rodok kaget sih sakjane (ya agak kaget sih sebenarnya)," ujarnya, Jumat (8/4/2022).
BACA JUGA:
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
Khofifah mengatakan, ia sudah mengetahui jika kesenian asal jatim akan diklaim oleh Malaysia. Bahkan, sudah di konfirmasi oleh Menko PMK, Muhajir Effendy, 5 hari yang lalu.
"Sudah 5 hari yang lalu, sejak terkonfirmasi dari Pak Prof Muhajir bahwa ada negara tetangga kita yang akan mengajukan ke UNESCO," katanya.
Saat ini, Pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan dokumen-dokumennya untuk mengajukan Reog Ponorogo masuk UNESCO.
"Sejak awal, lebih 2 bulan yang lalu, ini sedang disiapkan. Pak Menko PMK fokus disini," tambah khofifah.
Saat ini, Gubernur Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Bupati Ponorogo terkait dokumen-dokumen histori Reog Ponorogo sebagai dokumen penguat bahwa Reog adalah produk asli seniman budayawan ponorogo.
"Kira-kira sejak 5 hari yang lalu, Pak Prof Muhajir menyampaikan hal itu dan saya meminta Bupati Ponorogo untuk mencari dokumen-dokumen yang secara saintifik itu bisa meyakinkan Unesco. Bahwa Reog ini memang produk asli seniman budayawan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Karena yang akan mengajukan ke Unesco nanti pemerintah Indonesia," pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




