Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat mengantar korban pengeroyokan lapor ke Polres Kediri. foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecam aksi premanisme yang dilakukan gerombolan pemotor dan membuat resah pengguna jalan yang melintas malam hari.
Aksi premanisme gerombolan bermotor itu, sebagaimana terjadi di Jalur Kediri-Pare pada Minggu (13/3) dini hari. Dalam video yang tersebar di media sosial, perekam menyampaikan aksi yang dilakukan gerombolan itu seperti memecahkan kaca mobil dan memukuli orang yang melintas.
BACA JUGA:
- Bupati Kediri Beri Bantuan Usaha ke Keluarga Pengasuh 3 Cucu
- Ponpes Al-Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
- Bayi Perempuan yang Diduga Dibuang di Ngasem Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Orang Tua
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
Video aksi gerombolan pemotor yang tersebar di instagram tersebut langsung direspons Bupati Hanindhito. Bahkan, warga yang menjadi korban sempat mengirimkan direct message (DM) ke akun instagram Dhito, sapaan bupati.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dhito mengantarkan para korban pengeroyokan melaporkan kasus itu ke Polres Kediri. Setidaknya ada empat warga yang menjadi korban membuat laporan, Selasa (15/3/22).
"Saya mengecam aksi tersebut. Korban kebetulan message ke saya dan saya sampaikan supaya tidak perlu takut melaporkan ke polres," katanya saat mengantar korban membuat laporan ke Polres Kediri.
Gerombolan pelaku diperkirakan berjumlah 50-100 orang. Untuk membantu kepolisian mengungkap kasus itu, pihaknya akan menyerahkan rekaman closed circuit television (CCTV) milik dinas perhubungan ke kepolisian.
"CCTV akan kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk dicari tahu dari nomor polisi yang ada, lalu ciri-ciri lainnya," ungkapnya.
Didampingi Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, Dhito memastikan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Kediri masih aman. Pemerintah Kabupaten Kediri bersama kepolisian bekerja keras mencari para pelaku yang telah melakukan aksi anarkis itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




