Prasasti Harinjing yang sampai saat ini masih berada di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sedikitnya ada 500 benda purbakala milik Kabupaten Kediri sampai saat ini belum bisa dipulangkan. Sebab, belum ada museum yang representatif untuk menempatkan benda purbakala sejak abad ke-10 itu.
Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4), Imam Mubarok, meminta pemerintah daerah setempat untuk memulangkan ratusan benda purbakala yang tersebar di beberapa daerah itu.
BACA JUGA:
- Rumah Dijual demi Obati Istri Stroke, Suyanto Bahagia Usai Dapat Bantuan Bupati Kediri
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
"Jika bisa dibawa pulang ini akan menjadi sejarah. Bupati ke-25 itu bisa membawa pulang (benda purbakala), tidak hanya Harinjing, semuanya nanti kami berharap bisa dibawa pulang,” ujarnya, Selasa (8/3).
Dari beragam benda purbakala, ada Prasasti Harinjing yang menjadi dasar Hari Jadi Kabupaten Kediri. Imam menuturkan, prasasti ini berada di Museum Nasional Indonesia dan belum bisa dibawa pulang lantaran ada prasyarat khusus. Yakni, harus berkirim surat kepada presiden. Ia mengaku telah menyampaikan hal itu ke Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.
Menanggapi persoalan ini, Dhito mengatakan bahwa Kabupaten Kediri memang harus memiliki museum yang memadai agar ratusan benda purbakala itu bisa dibawa pulang.
“Saya pinginnya Museum Kediri nanti seperti Ullen Sentalu Museum di Sleman Yogyakarta. Sebab yang dimiliki oleh Kabupaten Kediri dari peninggalan masa lalu sangat luar biasa, sehingga harus dibangun yang luar biasa pula,” katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




