Masyarakat Gresik Masih Kesulitan Mencari Minyak Goreng di Tempat Perbelanjaan

Masyarakat Gresik Masih Kesulitan Mencari Minyak Goreng di Tempat Perbelanjaan ILUSTRASI: Rak untuk memajang minyak goreng di salah satu toko modern tampak kosong.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sudah seminggu ini minyak goreng menghilang dari pasaran seperti supermarket, minimarket waralaba, dan tempat perbelanjaan lain. Rak-rak untuk memajang minyak goreng terlihat kosong, dan diisi barang-barang dagangan lain.

Misalnya di minimarket waralaba yang ada di Desa Kembangan dan Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Hal serupa terjadi toko-toko modern di sejumlah wilayah lain di Gresik.

Padahal, pemerintah sudah gencar menggelar operasi pasar . Bahkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke Gresik memantau operasi.

Namun, tampaknya itu belum bisa mengatasi sulitnya masyarakat mencari minyak goreng. Sebab, kuota minyak goreng yang disediakan masih jauh dari kebutuhan masyarakat.

"Iki piye (bagaimana) mas? Masyarakat kelimpungan mencari minyak goreng sampai saat ini. Dikemanakan minyak goreng ini? Wartawan harus bisa bantu masyarakat untuk carikan solusi sulitnya masyarakat mencari migor," ucap Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantau Birokrasj (LPB), Novantoro, kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (5/2).

Ia mengungkapkan, menghilangnya minyak goreng di pasaran belakangan ini menjadi pembahasan hangat di media sosial (medsos) Pusat Informasi Gresik (PIG).

"Yang merespons luar biasa. Mereka minta pemerintah serius menuntaskan persoalan sulitnya mencari migor ini," terangnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video '2 Jam, 2.500 Liter Minyak Goreng Murah Ludes Terjual':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO