TUBAN (BangsaOnline) - Dinas Kelautan dan Perikanan (diskan) dan Dinas Kesehatan (dinkes) Tuban membantah jika ikan berformalin yang beredar di Bojonegoro berasal dari Tuban. Pasalnya, hasil tangkapan ikan nelayan Tuban cuma sehari semalam, sehingga tidak logis ikan tersebut mengandung formalin.
“Tidak benar yang dikatakan Dinkes Bojonegoro itu, bahwa ikan yang beredar disana dan mengandung formalin itu berasal dari Tuban. Saya jamin ikan dari Tuban aman dan bebas dari formalin,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tuban, Sunarto saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (18/3).
BACA JUGA:
- ASN Bojonegoro Wajib Beli Telur Lokal, Bupati Terbitkan Aturan Khusus
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- 28 Desa di Bojonegoro Dapat Jatah PTSL 2026
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
Dikatakannya, ikan berformalin yang beredar di Bojonegoro dimungkinkan berasal dari Pelabuhan Brondong Lamongan dan Kragan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan, untuk ikan dari Tuban yang dijual di Bojonegoro jumlahnya sedikit.
“Kapasitas tangkapan di pelabuhan Brondong dan Kragan tersebut lebih banyak. Bahkan, nelayan di Brondong hasil tangkapannya bisa sampai seminggu hingga satu bulan baru dibawa mendarat. Kalau ikan dari Tuban saya berani menjamin aman dari formalin. Sehingga, masyarakat Tuban tidak perlu kuwatir untuk mengkonsumsi ikan dan tidak usah menanggapi isu bahwa ikan dari Tuban berformalin,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Tuban, dr Saiful Hadi menyatakan, ikan dari Tuban dipastikan tidak berformalin. Sebab, selain tangkapan nelayan yang sehari, pengusaha home industri yang mengolala ikan pun dinyatakan tidak menggunalan formalin maupun zat lainnya. Karena secara rutin dinkes selalu melakukan pengawasan kepada pengelola ikan agar tidak menggunakan formalin.
“Kalau di Tuban pengelola home industri ikan itu ada sertifikat penyuluh dan sertifikat penyuluhan bagi home indudtri ikan loh mas. Jadi gak bener itu apa yang diungkapkan (dinkes Bojonegoro) itu,” bebernya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




