Imam Nahrawi
BangsaOnline - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mengevaluasi kegagalan Indonesia di ajang All England Super Series 2015. Sebab, Indonesia nihil gelar di All England tahun ini.
Pada ajang tersebut, Indonesia bisa saja meraih gelar. Namun apa daya satu-satunya wakil yang tersisa yaitu ganda campuran Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir harus takluk dari pasangan Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei di laga final.
BACA JUGA:
- Erick Tohir Jadi Menpora, Senator Ning Lia: Saatnya Pemuda dan Olahraga Jalan Seiring
- Prabowo Lantik Chaniago sebagai Menko Polkam, Erick Menpora, Ini Daftar Pejabat Baru itu
- Wagub Emil Dampingi Menpora Resmikan Graha Padel Club Surabaya
- Pembukaan ASEAN University Games 2024, Pj Adhy: Kehormatan Bagi Jatim Jadi Tuan Rumah
Pada partai puncak yang digelar di Barclaycard Arena pada Minggu (8/3/2015), pasangan Owi/Butet takluk straight game langsung 10-21, 10-21 dalam waktu 37 menit dari pasangan Tiongkok yang menjadi unggulan pertama di ajang ini.
"Ya saya menyarankan ke PBSI untuk melakukan evaluasi dengan semua kegagalan ini. Agar bisa memperbaiki semua kesalahan yang terjadi di All England kemarin," ujar Imam saat ditemui di kantor Kemenpora, Senin (9/3/2015).
"Semoga diajang lainnya Indonesia bisa mendapat gelar. Supaya bisa mengharumkan kembali nama Indonesia di mata dunia," tambahnya.
Kegagalan tersebut sekaligus menutup peluangTontowi/Liliyana untuk meraih juara keempat secara beruntun. Catatan ciamik mereka terjadi pada 2012 hingga 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




