Pembangunan TPA Tak Sesuai Spek, Anggota Dewan Sumenep Akan Lapor Gubernur

Pembangunan TPA Tak Sesuai Spek, Anggota Dewan Sumenep Akan Lapor Gubernur Zainurrahman, anggota komisi C DPRD Sumenep. (Faisal/BangsaOnline)

SUMENEP (BangsaOnline) - Banyaknya indikasi penyimpangan dalam pekerjaan Pembangunan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, akan berbuntut panjang. Buktinya, sejumlah anggota , akan melaporkan dugaan penyimpangan itu ke Gubernur Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) Soekarwo.

”Kami tidak hanya akan membawa persoalan ini ke Gubernur, tapi kami juga akan membawa persolan ini ke DPRD Pemprov Jatim,” kata Zainurrahman anggota komisi C DPRD kab.Sumenep kemarin

Pihaknya menilai, proyek yang bersumber dari dana APBD Provinsi itu, tidak layak diserah terimakan pada pemerintah daerah. Karena bahan-bahan yang dipergunakan menyimpang dari RAB yang ditentukan.

“Lihat saja bahan-bahannya, paving yang semestinya menggunakan paving vibro, justru menggunakan paving lokal yang kualitasnya sangat jelek. Sedangkan batu dasar TPA yang seharusnya menggunakan batu jawa, malah menggunakan batu lokal hasil dari galian proyek itu, kalau seperti ini jangan harap proyek ini akan bertahan lama,” tegasnya.

Ahmad Zainurrahman juga menyesalkan pernyataan Kepala BLH Sumenep, yang menyatakan tidak masalah material proyek TPA menggunakan bahan lokal. Pernyataan kepala BLH tersebut seakan membenarkan pekerjaan pelaksana meski sudah menyalahi juknis.

”Pernyataan Kepala BLH Sumenep kemarin sangat tidak mengenakkan bagi kami, masak seorang kepala membenarkan kesalahan pelaksana pada publik. Ini patut dipertanyakan, ada apa antara kepala BLH dengan PT Gala Karya sebagai pelaksana proyek TPA Batuan? Padahal jelas pelaksana bersalah karena menyalahi juknis,” sesalnya.

Atas alasan tersebut, Komisi C akan menyurati Gubenur, terkait carut marutnya pelaksanaan proyek APBD Provinsi maupun APBN, yang turun ke daerah.

Komisi C tidak hanya akan berkirim saja, melainkan juga akan sambung ke Gubenur atau DPRD Jawa Timur, untuk membahas masalah proyek APBD dan Proyek pusat yang kalang kabut pelaksanaannya.

Sebelumnya, Kepala BLH Sumenep Hery Patreadi, menanggapi sinis pertanyaan media, tentang banyaknya temuan dan kejanggalan insepeksi mendadak (Sidak) Komisi C ke lokasi. Ia menyela dan menjawab pertanyaan media, yang ditujukan pada Dinas PU Cipta Karya Provinsi, yang melakukan serah terima proyek tersebut.

”Saya sendiri yang tahu soal pekerjaan proyek ini. Dan untuk bahan dasar konstruksi ini sudah bagus dan tidak ada masalah,” kata Hery Patreadi, Kepala BLH Sumenep, dengan wajah merah.

Disinggung soal penggunaan paving yang tidak sesuai spek, ia mengaku tidak masalah. Sebab, proyek TPA tidak tergolong proyek berat, sehingga meski kualitasnya bahannya tidak berkualitas tidak mengganggu pada daya tahan proyek tersebut.

”Ini bukan bendungan yang harus menggunkan paving vebro. Tapi ini tempat penumpukan sampah. Kalau bendungan pantas menggunakan vebro, karena takut sepet atau tidak bocor,” tegas Patreadi,

Simak berita selengkapnya ...