Tidak Nyaman, Pejabat Eselon II Pemkab Gresik Pilih Distaf-Ahlikan, Bupati Mewanti-wanti

GRESIK (BangsaOnline) - Jika pejabat di lingkup Pemkab Gresik baik eselon IV, III dan II kebanyakan ingin menempati jabatan strategis, namun hal itu tidak terjadi bagi sejumlah pejabat. Terlebih mereka yang sekarang menempati jabatan strategis di eselon II. Mereka pilih distaf ahlihkan atau menjadi Staf Ahli Bupati. Mengapa?

"Sebab, saya kurang sreg, kurang enjoy di jabatan yang sekarang saya tempati," kata salah satu kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang enggan namanya dikorankan, Kamis (15/1).

Menurut dia, banyak faktor yang melatar belakangi mengapa ada beberapa kepala SKPD, khususnya di eselon II yang lebih mengingkan duduk di jabatan Staf Ahli Bupati. Di antaranya, bawahannya tidak bisa diajak kerjasama, meski mereka sudah berkali-kali berupaya lakukan pendekatan dan pembinaan.

Kondisi itu, lanjut pejabat tersebut, membuat laju SKPD yang dipimpinnya tidak berjalan kondusif dan harmonis. Kondisi itu memicu ke was-wasan atau kekhawatiran kepala SKPD dalam menjalankan suatu progam. Mereka khawatir program yang dilaksanakan tidak berjalan tuntas, karena tidak didukung bawahannya.

"Kami jelas khawatir program yang kami jalankan akan mandek di tengah jalan dan hal itu bisa berdampak hukum, karena program itu telah menyerap anggaran, meski pun belum 100 persen," ungkapnya.

Faktor lain, karena adanya bawahan yang suka bermanuver dengan cara nyelonong atau by pass (melewati) atasannya dan langsung menghadap Bupati atau Wabup atau Sekda dalam menjalankan atau meminta Acc program yang akan dilakukan. Sehingga sangat rentan menimbulkan gesekan antara kepala SKPD dengan bupati, wabup atau sekda akibat ulah oknum bawahan nakal tersebut.

Simak berita selengkapnya ...