SUMENEP (bangsaonline)
Kasus tenggelamnya Perahu Layar Motor (PLM) Jabal Nur alias Mutiara Indah, saat mengangkut rombongan pernikahan ke Buleleng, Bali, dengan 49 penumpang, pada Senin (6/10) lalu, memberikan pelajaran berarti kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa, sudah direncanakan bakal mengembangkan jalur perintis antara Raas-Bali.
Wakil Bupati Sumenep, Soengkono Siddik, menjelaskan, pengembangan jalur perintis untuk Raas-Bali, sudah disetujui oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat mengunjungi keluarga korban PLM Jabal Nur, akhir pekan kemarin.
“Upaya penambahan jalur perintis Raas-Bali tidak ada masalah. Mudah-mudahan secepatnya terealisasi,” kata Wabup Sumenep.
Pengembangan jalur perintis itu, lanjut Wabup, belum bisa direalisasikan dalam kurun waktu satu-dua bulan kedepan. Sebab, harus dilakukan pengembangan infrastruktur disisi Bali seperti dermaga yang representatif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




