?
Pemerintah menyewa jasa layanan keamanan swasta untuk mengawasi mahasiswa.foto:repro bbc
CAIRO (bangsaonline)
Polisi Mesir yang dilengkapi kendaraan lapis baja menggerebek setidaknya dua universitas terkemuka di Kairo untuk membubarkan unjuk rasa mahasiswa.
BACA JUGA:
- Pemprov Jatim Bahas Kerja Sama dengan Alexandria Mesir di Sektor Perdagangan dan Pendidikan
- Syaikh dari Mesir Pimpin Doa, Kiai Asep Pimpin Shalat Malam di Amanatul Ummah Humbang Raya Kapuas
- Prof Dr Jamal Farouq dari Mesir Ceramah Depan Ribuan Santri Amanatul Ummah Surabaya
- Lagi, 11 Santri Amanatul Ummah Surabaya Dapat Beasiswa Lanjutkan Studi ke Mesir
Kantor berita AP melaporkan, aksi terbesar mahasiswa hari Minggu itu (12/10) berlangsung di Universitas al-Azhar yang ditandai penghancuran sejumlah detektor logam yang dipasang di gerbang-gerbang kampus.
Menjelang tahun akademik baru yang dimulai Sabtu, pihak berwenang meningkatkan keamanan di universitas-universitas seluruh Mesir. Tindakan itu dilakukan untuk mencegah bangkitnya lagi unjuk rasa yang umumnya digalang para pendukung Mohammad Morsi, presiden yang digulingkan militer Juli tahun lalu, menyusul gelombang protes besar-besaran terhadapnya.
Tahun lalu, 16 mahasiswa tewas dan ratusan luka dalam unjuk rasa pro-Morsi yang berbuntut kekerasan.
Tahun ini pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi unjuk rasa di kampus-kampus, dan menerbitkan berbagai aturan baru yang membatasi aktivitas mahasiswa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




